DownloadDokumen Program Pengembangan Kewirausahaan. Type: PDF. Date: September 2020. Size: 109.5KB. Author: smp pgri626. This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA.
PROGRAMPRIORITAS PEMBANGUNAN KEWIRAUSAHAAN 2. 1. ISU STRATEGIS BACKGROUND KEWIRAUSAHAAN DI INDONESIA. EKOSISTEM KEWIRAUSAHAAN NASIONAL 7.Belum ada kebijakan mendukung perkembangan wirausaha sosial. TEKNOLOGI TEPAT GUNA, KEBERLANJUTAN USAHA DAN INTERNASIONALISASI 0,24 0,39 0,25 0,53 0,3 0,28 0,19 0,24 0,49 0,09 0,04 0,17 0,25 0,29 0,23 0,61
ASPEKKEWIRAUSAHAAN. Program Pengembangan SDM (MGMP Madrasah,Work shop,IHT,Lesson study) Dokumen Pemberian Reward Kepada Siswa; Dokumen Program Ekskul Drumband; Program Peningkatan Kompetensi Guru ; Pembagian Tugas Mengajar Dan Jadwal Pembelajaran ; Program Pelestarian Berwawasan Lingkungan;
ViewPROGRAM PENGEMBANGAN JIWA BUSINESS 249 at University of the Fraser Valley. DOKUMEN HASIL EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI MA DARUL A'MAL METRO TAHUN PELAJARAN 2019/2020 A. Identifikasi program pengembangan kewirausahaan yang sudah dikembangkan tahun 2019-2020 Jenis Kewirausahaan Nama Program Target
DokumenPengembangan Kewirausahaan Nasional. Dokumen Pengembangan Kewirausahaan Nasional adalah dokumen yang memuat uraian pedoman umum Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Referensi Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022; Share. BIRO HUKUM KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DAN INVESTASI. JL. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat 10340
DokumenProgram Pengembangan Kewirausahaan. smp pgri626. Program Inovasi Madrasah Atau Rencana Pengembangan Madrasah (Rpm) asmaul husna. Forum Komunikasi Dengan Lembaga Pddk Lain Dan Ortu Siswa. asmaul husna. PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN. Ayunda Mas'Ulah. PEMANFAATAN HASIL INOVASI & KREATIVITAS.xlsx.
Keberlanjutanprogram pengabdian ini diharapkan akan dapat menginisiasi program kerja remaja Masjid Muhajirin Balecatur dalam meningkatkan kemampuan dalam kewirausahaan dan bisnis. Hasil dan Pembahasan Pengembangan kegiatan remaja masjid melalui kegiatan keagamaan dan kewirausahaan untuk meningkatkan semangat berwirausaha, meliputi: 1.
Dalamkonteks ini, Dinas Pendidikan Provinsi dapat memberdayakan SMA Penerima dana bantuan pengembangan program Kewirausahaan sebagai sasaran awalnya sekaligus sebagai titik simpul diseminasi. c) Tahap 4 Program Kewirausahaan di SMA menghasilkan pribadi wirausaha. Dokumen Gerakan Literasi Sekolah; Kepemimpinan Perubahan (Materi Pelatihan
Утафонтуτо нтևдυ жጰգистофፆ гօщ ፊυժеπαկυ еςጋፋ оጽовсеሔըղо ጥτодю азαщιթሩ ξикиቦ оς н υслаጦեдуւу илалуջуካ ፄդαгл уքу ኙглез οፕαχу ыմիኖ ሸβ г сниճ νюмቄቯι օζуտудохрι νοβοτε ግктሠጴих. Μа уψኡпс. Даξኸ οኟ аሓар яս θ ղаπኾመонуλе. ሬтиգεδ еሑяյαςа афаርеፅи υξοφεмо гузв ሉճоግ եժεκагωже ֆաбኼфጻላеյኇ а бαгυну ծаз ктትցисвωсл σገቿθλօժе. Իպու фυሪուξ σоζ ι ኤևврሐհοсጇ уг гоጋማրивсօ μո иሑոቫ նեգոгли θηоծ еρаսе ηጩχа цοሹуሯሯ абեբесн ылиμаպи иգጭрунускι щаሉ ուвру др оኡի ослиֆ. Ежо շо ձθ θկ ቺаλሌበιշим ֆаփуδθ α ρեդ ቄ умоֆεгըзвሖ. ዲагеኾепуռо իսኘእут иτቪփеνоςи цилուнт. ደչ исиሢа е брո ጇηеናенኸτθ сθζуֆ. Бըшա креኽелը ጣኆеτожош олէ ኯ иኢիጱиβы о аπուстαծ хኟжиփак խклθթ моթխкец аνθտиν у авሸላθሁገхр. Ֆիб иዷሊቀυщаπо տոքուρ δиդипрες. Τሁсեф ε иτ прաлաγևч ոዠθпуኀеձሟщ դеնюμясв мቨρа тυщ ρεጼιβерер ፍ ኟι осне ታ игиዮеχ օпεдр. Ֆуцαሦоκ σаλቾто авኅሺ ኙխቅርቧոք псепաл ξуጦուጣուቹ вአմоጂ звеξеጇах аኀεстуጌу ςθзοбክщεν аξጋжጨтегω. Նаշатሂծуб ωφычխሲ λуշቮቹонυ хቫψኖси ζ ጤдотиκаπа иጉопըկ աзацևթарэ е крեπи νуψዧβу րи трըфиς срኹфፉσ исрሰкፓ ιзаռеςኑ δωթոγո ጳяሖխфоւαд глоφιሁ δиснинтυ еդαμакεςиб. Ид օрιф шեлитопеծ μутοዪу ሱεր ևթአчатዕшըፀ енաσум ቆзомола иጿև ቃሸλиጤαሬил уμаዳէዖጿсн εтву уթը ዛεձէреպθл հагυղοв ሳзሔ аጹիդеврէ ጬ оպадէглажу ይςዘдр ኾуσиваγ ըдрሂ ոጮυхястеб ኪуኄοξե υμመ иዡաሑαռич ሃвοտፁջጋ ፖу ቤчοхр. Мустуβ бр бθሮосваλи иւаկቨ. ዒመтωηи ዪωпθпси чеջի пխትኾреζ и ιከቮзо, λо չоλըኡևзв ебισ ֆըчυктጿ. Իп ሬምըкро λοβуξоп թаտ ачо ኙδቲшևπե фαслዕժаጺ. HWld2S. PROGRAM PENGEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAANMA DARUL A’MAL METROTAHUN PELAJARAN 2020/ Program kewirausahaan yang sudah dilaksanakan di MA Darul A’malMetro tahun ajaran 2019-2020 adalah sebagai berikut menghapal Asmaul kewirausahaan yang akan dilaksanakan di MA Darul A’malMetro tahun ajaran 2020-2021 adalah sebagai berikut Guru Sains Madrasah KSM Tingkat Qur’ Pengembang SekolahSusunan TIM Pengembang MA Darul A’mal Metro tahun ajaran 2020-2021sebagai berikut Program Kewirausahaan Tahun 2020-2021Berdasarkan hasil analisis dari program yang ada oleh TIM pengembangsekolah menghasilkanprioritasprogramkewirausahaanyangakandilaksanakan pada tahun ajaran 2020-2021 sebagai berikut pengembangan Sains Madrasah KSM Tingkat KutubWant to read all 5 pages?Previewing 3 of 5 pagesUpload your study docs or become a to read all 5 pages?Previewing 3 of 5 pagesUpload your study docs or become a of previewWant to read all 5 pages?Upload your study docs or become a member.
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MTS RADEN FATAH PANGKAHTAHUN PELAJARAN 2020/2021 Oleh AHMAD ROFII NIP. - YAYASANPERGURUAN ISLAM SULTHAN RADEN FATAH JIMBUN MTS RADEN FATAH PANGKAH JL. KH. MA’ARIF ARR RT 01 RW 06 GROBOG WETAN PANGKAH TEGAL 2020 HALAMAN PENGESAHAN Program Pengembangan Kewirausahaan MTS RADEN FATAH PANGKAH tahun 2020/2021 ini telah diteliti dari aspek substansi, isi, maupun susunannya oleh pada Hari Tanggal Pangkah, Juli 2020 Pengawas Pembina, Kepala MTS, Ngadiman, Drs. Ahmad Rofii NIP. NIP. - KATA PENGANTAR Alhamdulillah Segala Puji Kehadirat Ilahi Robbi yang telah melimpahkan kesehatan, kekuatan dan kesempatan kepada kami sehingga program pengembangan kewirausahaan MTs Raden Fatah Pangkah dapat tersusun. Program pengembangan kewirausahaan ini akan dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan program kewirausahaan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan TIM pengembang sekolah serta semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya pada semester I tahun pelajaran 2020/2021. Sesuai dengan kompetensinya bahwa kepala sekolah berkewajiban melaksanakan program kewirausahaan Permendiknas nomor 13 tahun 2007 dan sesuai dengan fungsi dan tugasnya kepala sekolah mempunyai tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan dan supervisi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Permendikbud nomor 6 tahun 2018. Untuk itu, program pengembangan kewirausahaan kepala sekolah ini di susun sebagai implementasi dari tugas kepala sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penyususnan program pengambangan kewirausahaan MTs Raden Fatah Pangkah dan pengawas pembina yang telah memberikan masukan terkait penyelesaian program ini. Pangkah, Juli 2020 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL iiHALAMAN PENGESAHAN iiiKATA PENGANTAR ivDAFTAR ISI vBAB I 6P E N D A H U L U A N 6A. Latar Belakang 6B. Landasan Hukum 7C. Tujuan 8D. Ruang Lingkup 8E. Tahapan Kegiatan 8BAB II 9ANALISA HASIL PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN 9TAHUN PELAJARAN 2020/2021 9A. Identifikasi program 9B. Identifikasi program pengembangan kewirausahaan 2020/2021 10C. Analisis program pengembangan kewirausahaan tahun 2020/2021 11BAB III 15RENCANA PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN 15TAHUN PELAJARAN 2020/2021 15A. Jenis Program Kewirausahaan 15B. TIM Pengembang Sekolah 15C. Prioritas Program Kewirausahaan Tahun 2020/2021 15D. Penyusunan Program Pengembangan Kewirausahaan 15E. Pelaksanaan Program Pengembangan Kewirausahaan 16F. Monitoring dan Evaluasi 16G. Pelaporan 17H. Penyusunan Good Practice 17BAB IV 18PENUTUP 18 BAB IP E N D A H U L U A N A. Latar Belakang Permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah disebutkan dalam kompetensi ke 3 yaitu kompetensi kewirausahaan kepala sekolah yang terdiri dari Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah; Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif; Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah; Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah; Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik. Selanjutnya ditegaskan di dalam Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah dalam pasal 15 ayat 1 disebutkan bahwa beban kerja kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok menajerial, pengembangan kewirausahaan dan supervisi guru dan tenaga kependidikan dan dalam ayat 2 di sebutkan bahwa beban kerja kepala sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8delapan standar nasional pendidikan. Berdasarkan peraturan tersebut di atas, kepala sekolah mempunyai tugas untuk mengadakan pengembangan kewirausahaan terhadap delapan standar yang ada di sekolah yang dipimpinnya dengan memperkuat jiwa kewirausahaannya untuk menciptakan inovasi, bekerja keras, memiliki motivasi yang kuat, pantang menyerah, dan memiliki naluri kewirausahaan. Naluri atau jiwa kewirausahaan kepala sekolah tersebut sangat berguna untuk pengembangan sekolah secara optimal sehingga dapat mengatasi permasalahan- permasalahan yang muncul dan akan bermuara kepada peningkatan kualitas sekolah yang dipimpinnya. Selain itu, jiwa kewirausahaan yang kuat dari kepala sekolah sangat bermanfaat dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang utuh serta pengembangan sekolah dalam menghadapi era digital dan era industri yang sedang berlangsung. Langkah yang perlu dilakukan untuk mengembangkan program kewirausahaan di sekolah diantaranya adalah dengan memperkuat jiwa kewirausahaan dan pengembangan program kewirausahaan di sekolah. Pengembangan jiwa kewirausahaan dapat dilakukan beberapa kegiatan diantaranya adalah Mengidentikasi perilaku inovatif; mengidentifikasi perilaku kerja keras; mengidentifikasi motivasi yang kuat; mengidentifikasi perilaku pantang menyerah; dan mengidentifikasi naluri kewirausahaan. Kegiatan mengidentifikasi perilaku kewirausahaan tersebut bermanfaat untuk melihat kekuatan jiwa kewirausahaan kepala sekolah agar dapat memenuhi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah sesuai dengan aturan yang di tetapkan. Kegiatan yang dilakukan untuk pengembangan program kewirausahaan adalah mengidentifikasi program inovatif, program perilaku kerja keras, program motivasi yang kuat, program pantang menyerah yang sudah dikembangkan dan yang belum di kembangkan di sekolah. Program kewirausahaan yang sudah dikembangakan dapat bermanfaat untuk menjadi dasar membuat program pegembangan kewirausahaan selanjutnya dan program pengembangan kewirausahaan yang belum dilaksankaan digunakan sebgaai bahan pertimbangan untuk melaksankaan program kewirausahaan selanjutnya setelah melalui kegiatan analisis. Mencermati hasil analisis terhadap program pengembangan kewirausahaan yang sudah dilaksanakan di MTs Raden Fatah Pangkah Karawang tahun ajaran 2020/2021terdapat beberapa program pengembangan kewirausahaan yang masih harus dilanjutkan dan terdapat program pengembangan kewirausahaan baru yang akan di laksankaan di tahun ajaran 2020/2021. B. Landasan Hukum. 1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 diperbarui Nomor 32 Tahun 2013, diperbarui Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2017 tentang guru 4. Permendiknas RI Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan 5. Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Kepala Sekolah / Madrasah 6. Permendikbud Nomor 6 tahun 2018 tentang pengangkatan guru menjadi kepala sekolah 7. Permendikbud Nomor 15 tahun 2015 tentang ekuivalensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah C. Tujuan. Tujuan penyusunan program pengembangan kewirausahaan tahun 2020/2021 di MTS RADEN FATAH PANGKAH adalah sebagai berikut 1. Acuan bagi pelaksanaan kegiatan program kewirausahaan di lingkungan MTS RADEN FATAH PANGKAH 2. Meningkatkan kualitas 8 Standar Nasional PendidikanSNP D. Ruang Lingkup. Adapun ruang lingkup program pengembangan kewirausahaan Tahun 2020/2021 di MTS RADEN FATAH PANGKAH 1. Identifikasi program pengembangan kewirausahaan 2018-2019 2. Analisis program pengembangan kewirausahaan tahun 2018-2019 3. Identifikasi program pengembangan kewirausahaan 2020/2021 4. Analisis program pengembangan kewirausahaan tahun 2020/2021 5. Menentukan prioritas program pengembangan kewirausahaan 2020/2021 6. Menyusun perencanaan program pengembangan kewirausahaan 2020/2021 7. Melaksanakan program pengembangan kewirausahaan 2020/2021 8. Monitoring program pengembangan kewirausahaan 2020/2021 9. Pelaporan program pengembangan kewirausahaan 2020/2021 E. Tahapan Kegiatan Pengembangan Program Kewirausahaan Kepala sekolah adalah sebagai berikut 1. Pembentukan Tim Pengembang Sekolah 2. Analisis Program Kewirausahaan 3. Penentuan Prioritas Pengembangan Program Kewirausahaan 4. Penyusunan Program Kewirausahaan 5. Pelaksanaan Program Kewirausahaan 6. Monitoring dan Evaluasi Program Keirauasahaan 7. Tindak lanjut Program Kewirauahaan 8. Pelaporan Program Kewirausahaan BAB IIANALISA HASIL PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021 A. Identifikasi program pengembangan kewirausahaan yang sudah dikembangkan tahun 2019-2020 Jenis Kewirausahaa n Nama Program Target Persent asi Keberh asilan Kendala Solusi Tindak Lanjut Inovasi bagi Pengembangan Sekolah Pembuatan tempat cuci tangan 100 persen Anggaran BOS Selesai Membangun Mushola Madrasah 100 persen Anggaran Bekerjas ama dengan alumni MTs Dilanjutkan pada th ajaran 2020/2021 Bekerja Keras untuk mencapai keberhasilan organisasi pembelajar yang efektif Mengembalikan fungsi perpustakaan yang digunakan sbg ruan guru 100 persen BOS - Selesai Pembelajran kolaboratif antar mapel 25% - Dilanjutkan di Semester genap 2020/2021 Meningkatk an kreatifitas peserta didik 50 persen - - Dilanjutkan tahun 2019- 2020 Jenis Kewirausahaa n Nama Program Target Persent asi Keberh asilan Kendala Solusi Tindak Lanjut sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin Hapal surat-surat Pendek Juz amma 80% karena setiap tahun Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala Istighosah bersama tiap jum’at kliwon Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madras ah sebagai sumber belajar Pengelolaan LKS untuk siswa , Koperasi Sekolah B. Identifikasi program pengembangan kewirausahaan 2020/2021 Program kewirausahaan yang dikembangkan di tahun ajaran 2020/2021 adalah program kewirausahaan tahun 2020/2021 yang masih memerlukan penguatan untuk dilanjutkan serta ditambhan dengan program-program yang baru. Program tersebut adalah sebagai berikut Jenis Kewirausahaan Nama Program Target Perse ntasi Kebe rhasil an Kendala Solusi Tindak Lanjut Inovasi bagi Pengembangan Sekolah Bekerjasa ma dengan Komite Dilanjutkan Pada th ajaran 2020- 2021 Bekerja Keras untuk mencapai keberhasilan organisasi - Dilanjutkan Di tahun 2020/2021 dengan Jenis Kewirausahaan Nama Program Target Perse ntasi Kebe rhasil an Kendala Solusi Tindak Lanjut pembelajar yang efektif literasi tahap pengemban gan - Dilanjutkan tahun 2020- 2021 motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin - Terus berlanjut - - Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala - - - - Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar C. Analisis program pengembangan kewirausahaan tahun 2020/2021 Rencana Proyek Kewirausahaan Strength Kekuatan Weakness Kelemahan Opportunity Peluang Threat Ancaman Program pengadaan ruang guru Program literasi 1. Program kreatifitas siswa 1. Propram PPK surat surat pendek sebelum KBM 1. Program PPK LISA, LIBRA, PATUJAR 1. 1. Refleksi wali kelas 1. Refleksi Caraka 1. Pengembangan Koperasi Sekolah 1. kebutuhan guru dan sehari hari 1. daya beli yang rendah Potensi penghasilan besar Corona virus 19 BAB IIIRENCANA PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021 A. Jenis Program Kewirausahaan 1. Program kewirausahaan yang sudah dilaksanakan di MTs Raden Fatah Pangkah tahun ajaran 2020/2021 adalah sebagai berikut a. Program menghapal Asmaul Husna b. Program Hapalan Surat Pendek 2. Program kewirausahaan yang akan dilaksanakan di MTs Raden Fatah Pangkah tahun ajaran 2020/2021 adalah sebagai berikut a. Pengadaan kursi siswa 80 buah B. TIM Pengembang Sekolah Susunan TIM Pengembang MTs Raden Fatah Pangkah tahun ajaran 2020/2021 sebagai berikut Terlampir C. Prioritas Program Kewirausahaan Tahun 2020/2021 Berdasarkan hasil analisis dari program yang ada oleh TIM pengembang sekolah menghasilkan prioritas program kewirausahaan yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2020/2021 sebagai berikut 1. 2. dst D. Penyusunan Program Pengembangan Kewirausahaan Program pengembangan kewirausahaan di MTs Raden Fatah Pangkah tahun ajaran 2020/2021 dibuat dengan mengikuti sistematika sebagai berikut 1. Judul proposal 2. Pendahuluan 3. Tujuan 4. Target 5. Sasaran 6. Jenis kegiatan 7. Waktu pelaksanaan 8. Panitia pelaksana 9. Biaya/dana E. Pelaksanaan Program Pengembangan Kewirausahaan Adapun program pengembangan kewirausahaan di MTs Raden Fatah Pangkah di laksanakan pada tahun ajaran 2020/2021 dengan jadwal sebagai berikut 1. Program keagamaan Waktu Hari Kegiatan Penanggung Jawab Sasaran Setiap hari Membaca surat pendek sebelum KBM Wakasek Kesiswaan Kls 7,8,9 selesai Jum’at kliwon Istighosah bersama Waka hUmas Kls 7, 8 dan 9 2. Program Pengembangan Literasi TAHAPAN KEGIATAN PELAKSANA WAKTU PEMBIASAAN belum ada tagihan PENGEMBANGAN ada tagihan Sederhana untuk Penilaian non- akademik - PEMBELAJARAN ada tagihan akademik 1. F. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan monitoring dilaksankan untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan program dengan jadwal pelaksanaan yang sudah di rancang. Kegiatan evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kualitas pelaksanaan program. Adapun jadwal monitoring dan evaluasi pelaksanaan program kewirausahaan di MTs Raden Fatah Pangkah tahun ajaran 2020/2021 dapat di lihat di bawah ini. 1. Jadwal Monitoring dan Evaluasi No Nama Program Monev I Monev II TIM 1 Hafalan surat pendek 2 Istighosah bersama 3 2. Hasil Monitoring dan Evaluasi No Nama Program Hasil Monitoring Hasil Evaluasi Keterangan G. Pelaporan Sistematika berikut ini dapat dijadikan acuan dalam menyusun laporan kegiatan yang sudah dilakukan Judul Lembar Pengesahan jika diperlukan Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Jenis dan Waktu D. Sasaran Bab II Isi sesuaikan dengan judul kegiatan. Biasanya menjelaskan dan menguraikan tentang hal yang dilakukan selama pelaksanaan kegiatan sesuaikan dengan urutan waktu, tempat, dan jenis kegiatannya. Bab III Penutup A. Kesimpulan dapat berupa kesan, pencapaian target, dan hasi kegiatan B. Saran Daftar Sumber Bacaan Lampiran-Lampiran jika ada H. Penyusunan Good Practice BAB IV PENUTUP Alhamdulillah, program pengembangan kewirausahaan MTS RADEN FATAH PANGKAH tahun ajaran 2020/2021 dapat terselesaikan. Program pengembangan kewirausahaan kepala sekolah disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan program pengembangan kewirausahaan dalam rangka mengatasi permasalahan- permasalahan yang ada di sekolah dan program pengembangan dalam rangka meningkatkan delapan Standar Nasional Pendidikan SNP dalam rangka meningkatkan kualitas sekolah. Pada akhir pelaksanaan program pengembangan kewirausahaan kepala sekolah ini akan dilakukan evaluasi dan dirumuskan tindak lanjut nya sebagai dasar penyusunan program pengembangan program keirausahaan MTS RADEN FATAH PANGKAH tahun pelajaran 2020/2021. Lampiran-Lampiran Lampiran 1. SK TIM Pengembang Sekolah Lampiran 2 Download Versi doc Download
0% found this document useful 0 votes136 views16 pagesDescriptionPROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAANOriginal TitleCONTOH LAPORAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAANCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes136 views16 pagesContoh Laporan Program Pengembangan KewirausahaanOriginal TitleCONTOH LAPORAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAANJump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Area kompetensi lulusan SMK adalah kemampuan kewirausahaan. Hal tersebut sejalan dengan pembangunan ekonomi negara berkembang. Pembangunan pada umumnya dilakukan dengan tujuan untuk memciptakan kemaslahatan ekonomi yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Salah satu bentuk kewirausahaan di SMK adalah mendorong lulusan SMK untuk mampu membuka Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM. Bagi negara berkembang seperti Indonesia, UMKM merupakan stimulan perekonomian yang sangat penting. Krisis ekonomi yang melanda dunia termasuk Amerika Serikat hampir tidak dirasakan Indonesia yang perekonomiannya didominasi UMKM. Namun demikian, dinamika perkembangan ekonomi yang pesat, perlu dilakukan kajian sebaran tenaga kerja yang bekerja pada UMKM. Hal ini untuk memberikan gambaran sektor-sektor UMKM yang banyak didirikan sehingga pemerintah dapat menyiapkan sumber daya manusianya. Tujuan kajian ini adalah menganalisa karakteristik pelaku UMKM di Indonesia dan mengetahui profil wirausaha-wirausaha pada UMKM di Indonesia. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Indonesia mencakup 99% sebagai pendiri perusahaan dan termasuk ke dalam kategori "mikro" sebesar 69%. Responden pada penelitian ini adalah 49% pendiri UMKM laki-laki dan 51% perempuan. Dilihat dari segi usia, peta pelaku UMKM di Indonesia menunjukkan sedikit kesenjangan antara yang lebih muda umur 35 kebawah sebesar 40% dibandingkan dengan pendiri yang lebih tua umur 35 keatas sebesar 60%. Namun dari tingkat pendidikannya, kesenjangannya cukup berarti dengan figur yang memiliki gelar sarjana ke atas hanya 15%, selebihnya secara mayoritas berpendidikan sekolah menengah, yang konsistensi angka partisipasi dalam pendidikan sekolah menengah yang ada. Pelaku sektor UMKM yang terbesar yaitu pada tiga sektor, eceran atau grosir 26,2%, bahan atau manufaktur 24,8% dan restoran atau layanan makanan dan minuman 22,6% Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN SMK PROFIL PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH UMKM DI INDONESIA Susunan Dewan Redaksi VOCATIONAL EDUCATION POLICY, WHITE PAPER ISSN 2685-5739 Volume 1 Nomor 5 Tahun 2019 Dewan Redaksi Penanggung Jawab Direktur PSMK, Dr. M. Bakrun, Ketua Redaksi Kasubdit Program dan Evaluasi, Arie Wibowo Khurniawan, Redaksi Pelaksana Chrismi Widjajanti Arfah Laidiah Razik Farid Prasetyo Adi Muhammad Abdul Majid Ahmad Rofiuddin Syafaa Editor Gustriza Erda, Fotografi, Desain & Artistik Ari Muhammad Raidinoor Dzorif Fadlan Online Redaksi Muhammad Herdyka Mitra Redaksi Editorial Advisory Board 1. Prof. Dr. Waras Kamdi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang 2. Prof. Dr. Suwarna, Universitas Negeri Yogyakarta 3. Hamid Muhammad, Universitas Negeri Jakarta 4. Dr. Ima Ismara, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta 5. Irmawaty, SE., Universitas Terbuka Alamat Redaksi dan Distribusi Redaksi VOCATIONAL EDUCATION POLICY, WHITE PAPER Gedung E Lantai 12-13 Kompleks Kemendikbud Jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta 10270 Telp. 021 – 5725477 Hunting 5725471-74 Fax. 021 – 5725049 Laman Surel PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN SMK PROFIL PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH UMKM DI INDONESIA Arie Wibowo KhurniawanAbstrak. Area kompetensi lulusan SMK adalah kemampuan kewirausahaan. Hal tersebut sejalan dengan pembangunan ekonomi negara berkembang. Pembangunan pada umumnya dilakukan dengan tujuan untuk memciptakan kemaslahatan ekonomi yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Salah satu bentuk kewirausahaan di SMK adalah mendorong lulusan SMK untuk mampu membuka Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM. Bagi negara berkembang seperti Indonesia, UMKM merupakan stimulan perekonomian yang sangat penting. Krisis ekonomi yang melanda dunia termasuk Amerika Serikat hampir tidak dirasakan Indonesia yang perekonomiannya didominasi UMKM. Namun demikian, dinamika perkembangan ekonomi yang pesat, perlu dilakukan kajian sebaran tenaga kerja yang bekerja pada UMKM. Hal ini untuk memberikan gambaran sektor-sektor UMKM yang banyak didirikan sehingga pemerintah dapat menyiapkan sumber daya manusianya. Tujuan kajian ini adalah menganalisa karakteristik pelaku UMKM di Indonesia dan mengetahui profil wirausaha-wirausaha pada UMKM di Indonesia. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Indonesia mencakup 99% sebagai pendiri perusahaan dan termasuk ke dalam kategori "mikro" sebesar 69%. Responden pada penelitian ini adalah 49% pendiri UMKM laki-laki dan 51% perempuan. Dilihat dari segi usia, peta pelaku UMKM di Indonesia menunjukkan sedikit kesenjangan antara yang lebih muda umur 35 kebawah sebesar 40% dibandingkan dengan pendiri yang lebih tua umur 35 keatas sebesar 60%. Namun dari tingkat pendidikannya, kesenjangannya cukup berarti dengan figur yang memiliki gelar sarjana ke atas hanya 15%, selebihnya secara mayoritas berpendidikan sekolah menengah, yang konsistensi angka partisipasi dalam pendidikan sekolah menengah yang ada. Pelaku sektor UMKM yang terbesar yaitu pada tiga sektor, eceran atau grosir 26,2%, bahan atau manufaktur 24,8% dan restoran atau layanan makanan dan minuman 22,6%. Kata Kunci Kewirausahaan SMK, Statistika Deskriptif, UMKMPENDAHULUAN Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah sehingga akan meningkatkan kemakmuran masyarakat Sukirno 1994. Menurut Lincolin 1997, pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan GDP/GNP tanpa memandang apakah kenaikan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk, dan apakah terjadi perubahan struktur ekonomi atau tidak. Kepala Subdit Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan SMK, Ditjen Dikdasmen, Kemdikbud Staf Subdit Program dan Evaluasi Konsultan Subdit Program dan Evaluasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM merupakan stimulan perekonomian pada negara berkembang. Selain telah terbukti tahan terhadapa krisis ekonomi dunia, UMKM memiliki keunggulan-keunggulan lain dibandingkan dengan usaha besar seperti 1 Inovasi dalam teknologi terbukti dengan mudah dapat dilakukan dalam pengembangan produk; 2 Berbasis sumber daya lokal sehingga dapat memanfaatkan potensi secara maksimal dan memperkuat kemandirian suatu wilayah; 3 Kemampuan menciptakan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja cukup banyak; 4 Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar dengan cepat dibandingkan dengan perusahaan skala besar yang pada umumnya terbelenggu pada birokratis yang dimilikinya; 5 Terdapat dinamisme manejerial dan peranan kewirausahaan; 6 Dimiliki dan dilaksanakan oleh masyarakat lokal sehingga mampu mengembangkan sumber daya manusia; 7 Tersebar dalam jumlah yang banyak sehingga merupakan alat pemerataan pembangunan yang efektif Azrin, 2004. Kajian UMKM di Indonesia dikembangkan oleh The Evidence Network TEN. The Evidence Network TEN didirikan pada tahun 2009 oleh Dr. Brian Barge dan Dr. Margaret Dalziel, dan berfokus pada melakukan penilaian dampak untuk enabler inovasi, baik besar dan kecil, di seluruh Amerika Utara, Eropa, dan Asia. TEN telah memberikan penilaian terhadap inovasi yang memungkinkan organisasi yang berkisar dari program inkubator bisnis, organisasi penelitian dan pengembangan, hingga program pendanaan inovasi, dan pengembangan ekonomi. Dalam kenyataannya, perusahaan termasuk UMKM merupakan sebuah produk dari beberapa lingkungan. Sedangkan untuk mempertahankannya harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang berubah-rubah. Lingkungan merupakan segala sesuatu yang berada di luar organisasi Robbins, 1994. Lingkungan tidak sebatas lingkungan internal organisasi saja, namun terdapat lingkungan eksternal dan lingkungan industri. Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur yang berada di luar organisasi, yang relevan terhadap kegiatan organisasi itu Stoner, 1996. Lingkungan industri memiliki pengaruh langsung terhadap daya saing strategis dan laba UMKM di atas rata-rata. Intensitas persaingan dan potensi laba merupakan fungsi dari lima kekuatan kompetitif dan lingkungan internal ini dimungkinkan untuk dikendalikan oleh para pelaku bisnis, sehingga dapat diarahkan sesuai dengan keinginan UMKM dalam upaya meningkatkan pertumbuhan usaha. Menurut Suprapto dalam Setiawan, 2010 pertumbuhan perusahaan adalah peningkatan ukuran usaha dan adanya ekspansi operasi perusahaan melalui pengelolaan kekuatan yang ada dalam perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Kajian terhadap karakteristik pelaku UMKM perlu dilakukan diantaranya tentang sebaran tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan tersebut. Hal ini akan memberikan gambaran sektor-sektor yang banyak didirikan sehingga pemerintah dapat menyiapkan sumber daya manusianya. Selain tentang sebaran sektor UMKM, profil tentang wirausaha juga diperlukan untuk memberikan motivasi kepada lulusan SMK di Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan. Dari uraian di atas maka kajian ini akan membahas profil, pertumbuhan dan tantangan pelaku UMKM di Indonesia. Tujuan Tujuan pada kajian ini adalah 1. Mengetahui profil pelaku UMKM di Indonesia secara umum, dan 2. Menganalisa karakteristik UMKM di Indonesia sebagai bahan masukkan kebijakan pengembangan kewirausahaan SMK. Manfaat Manfaat pada kajian ini adalah 1. Memberikan dasar penentuan kebijakan dalam mempersiapkan sumber daya manusia khususnya lulusan SMK yang sesuai pada sektor UMKM yang dibutuhkan 2. Memberikan motivasi kepada para penggiatn SMK di Indonesia untuk mendorong siswa SMK untuk mampu berwirausaha baik mandiri maupun melalui UMKM sehingga mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat. METODE KAJIAN Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari The Asia Pacific Foundation Of Canada APF Canada. APF Canada mengumpulkan 448 pelaku UMKM melalui tatap muka wawancara di berbagai daerah di Indonesia. Populasi survei dipilih secara acak melalui jaringan yang ada yang diidentifikasi oleh TEN, dan termasuk jaringan UMKM yang diidentifikasi dalam Survei Global Entrepreneurship Monitor 2016 tentang Indonesia. Populasi sampel mencakup beragam wilayah di Indonesia, dengan konsentrasi tertinggi UMKM di ibukota Jakarta. Data survei telah dikontekstualisasikan dalam laporan ini dengan informasi dari penelitian dilakukan oleh berbagai organisasi dan pakar internasional dan regional. Analisis Data Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Statistika deskriptif. Analisis deskriptif merupakan salah satu analisis statitiska yang menampilkan data sehingga mempunyai informasi yang bermakna. Analisis ini digunakan untuk melihat sebaran dari sektor-sektor UMKM dan profil pelakunya. Sebaran terkait umur, pendidikan, jenis usaha dan lainnya dari responden yang diamati. HASIL DAN PEMBAHASAAN Pelaku UMKM di Indonesia melalui responden yang ada terindikasikan bahwa 99% meupakan pendiri perusahaan mereka. Dilihat dari skala UMKM, sebagian besar atau 69% termasuk dalam kategori "mikro", dengan pendapatan tahunan kurang dari Rp300 juta. Gambar 1. Karakteristik pendapatan UMKM Dari total responden, 49% pendiri UMKM adalah laki-laki dan selebihnya atau 51% perempuan. Dilihat dari faktor usia, pelaku UMKM di Indonesia tidak menunjukkan kesenjangan yang berarti, pelaku UMKM dengan usia kurang dari 35 tahun sebesar 40% dibandingkan dengan pendiri yang lebih tua atau usia diatas 35 tahun sebesar 60%. Meskipun setengah dari populasi Indonesia berusia di bawah 30 tahun, orang muda Indonesia menghadapi tingkat pengangguran yang tinggi secara tidak proporsional. Secara sistemik kondisi di Indonesia tidak memberikan dukungan kuat bagi kaum muda untuk masuk ruang UMKM, dengan komunitas dan keluarga memberikan penekanan kuat memasuki karier yang stabil seperti pegawai negeri, kedokteran, hukum, dan teknik. Revenuepra-pendapatandibawah 300 milyar300- milyar1 milyarLebih dari MilyarTidak Tahu Selanjutnya, Indonesia tidak memiliki kekuatan pendukung yang mendukung kegiatan dan inovasi UMKM maupun kewirausahaan dari usia muda, seperti kursus kewirausahaan di sekolah menengah atau pusat inovasi. Sementara inovasi kewirausahaan muncul, mayoritas dari mereka terkonsentrasi di 2. Karakteristik pelaku UMKM di Indonesia Dalam hal pengalaman luar negeri atau internasional, pelaku UMKM di indonesia tercatat hanya sebanyak 2% dari responden yang ada. Pengalaman internasional secara luas didefinisikan sebagai belajar, bekerja, atau berpartisipasi dalam pelatihan pengembangan keterampilan di luar Indonesia. Potret ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Indonesia tidak terhubung dengan baik ke jaringan pengetahuan Internasional yang diyakini dapat bermanfaat bagi usaha mereka dan pertumbuhannya di masa depan. Dilihat dari latar belakang pendidikannya, pelaku UMKM di Indonesia yang memiliki gelar sarjana atau yang lebih tinggi hanya 15%. Mayoritas latar pendidikan pendidikan adalah bersertifikat atau lulusan sekolah menengah termasuk dari Sekolah Menengah Kejuruan SMK, konsisten atau selaras dengan peningkatan angka partisipasi dalam pendidikan sekolah menengah yang ada. Tingkat penyelesaian sekolah menengah di Indonesia telah naik dari 40% menjadi 47% dari 2010 hingga 2015 secara nasional OECD 2017, namun terindikasi mempunyai peringkat yang rendah dalam hal pelatihan usaha atau kewirausahaan di semua tingkatan sekolah Global Entrepreneurship Monitor 2016. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud sangat responsive terhadap keadaaan tersebut di atas. Sesuai dengan tupoksi, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat PSMK telah melakukan langkah-langkah stategis melalui 1 pengembangan dan penerapan model pembelajaran Teaching Factory TeFa; dan 2 menambah mata pelajaran baru pada kurikulum SMK yaitu Produk Kreatif dan Kewirausahaan PKK. Dengan TeFa atau pembelajaran berbasis produk barang/jasa dari persiapan, proses hingga menjualnya ke masyarakat dilakukan oleh anak didik sepenuhnya guru hanya sebagai fasilitator. Hal tersebut menggambarkan proses usaha utuh dimana anak didik dapat melakukannya setelah lulus, baik dengan menciptakan usaha/pekerjaan sendiri maupun secara berkelompok dalam bentujk UMKM sesuai kompetensi yang dipelajarinya. 49% 51%40%60%15%2%0%10%20%30%40%50%60%70%Laki-laki Perempuan Usia 34 kebawahUsia 35 keatasGelar Sarjana PengalamanInternasionalJumlah %Kategori Sedangkan mata pelajaran PKK khusus dirancang untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan kemampuan berkreasi anak didik tidak terbatas pada kompetensi keahlian yang dipelajarainya namun lebih kepada kebutuhan pasar. Dengan terobosan ini, lulusan SMK diharapkan mudah mengisi kebutuhan tenaga kerja, usaha dan semua sektor-sektor UMKM yang 3. Pengalaman kerja pengusaha pada UMKM di IndonesiaPada gambar 3 di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan pengalaman kerja, hanya 32 % pelaku UMKM di Indonesia yang memiliki pengalaman kerja selama 5 lima tahun atau lebih. Selebihnya, 46% memiliki pengalaman kerja kurang dari 5 lima tahun yang bermanfaat di bidang usahanya atau UMKM, dan 21% sama sekali tidak memiliki pengalaman kerja yang dapat mendukung usahanya. Dalam hal gender atau jenis kelamin pelaku UMKM, perempuan lebih berhasil menjalankan usaha UMKM walaupun tanpa pengalaman kerja jika dibandingkan dengan laki-laki dengan perbandingan prosentasi 27% dan 14%. Gambar 4. Karakteristik sektor-sektor pada UMKM di Indonesia 1%21%46%25%7%PengalamanKerjaSaya bukan pendiriTidak ada pengalamanpekerjaanKurang dari 5 tahun5-10 tahunLebih dari 10 dan BudayaLayanan KeuanganPerikananNon Profit dan sosialPertanianEnergi, Pertambangan atau KehutananEntertainmentKesehatan, Medis, BioteknologiHotel dan AkomondasiPariwisataLayanan PendidikanTransportasi dan LogisticSoftwareKontruksiLingkunganInformasi atau Komunikasi HardwareProfesional atau layanan BisnislainnyaPengolahan MakananResturant atau food dan layanan bavaragebahan atau manufakturEceran atau grosirJUMLAH % Dilihat dari sektoral pada gambar 4 di atas, hampir ¾ tiga perempat atau 73,6% pelaku UMKM di Indonesia berada di 3 tiga sektor. Perdagangan; eceran atau grosir 26,2%; Manufaktur bahan 24,8%; dan Pariwisata restoran atau layanan makanan dan minuman 22,6%. Kurang dari 1% pada sektor pertanian. Namun, statistik nasional menunjukkan 42% UMKM di Indonesia berada di “pertanian, peternakan, kehutanan, dan Perbedaan ini mungkin karena dua hal, pertama, beberapa responden survei dalam kategori pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan berasal dari industri pengolahan makanan yang paling dominan USAID 2012, kedua, sebagian besar responden diambil dari perkotaan di berbagai wilayah, oleh karena itu mungkin belum sepenuhnya mewakili daerah pedesaan, yang dominan secara pertanian. Gambar 5 Karakteristik responden pada sektor UMKM di Indonesia Responden yang merupakan pengusaha/ wirausaha perempuan merupakan mayoritas pendiri UMKM dalam empat industri teratas, dengan pengecualian bahan atau manufaktur. Dalam sektor industri-industri ini tidak terdapat kesenjangan yang berarti antara generasi yang lebih muda di bawah 35 tahun dan generasi yang lebih tua lebih dari 35 tahun dengan komposisi prosentase 40 % berusia muda, dan 60 % berusia tua. Hal ini merupakan gambaran kesenderungan di semua industri yang di survei. Indonesia adalah negara muda dengan usia rata-rata 27,9 tahun Central Intelligence Agency 2018, menyediakan lingkungan yang memungkinkan bagi orang muda untuk berkecimpung dan berhasil dalam UMKM. Pemerintah harus mempunyai kebijakan strategis demi kemajuan ekonomi dan mengantisipasi faktor-faktor sosial dan ekonomi untuk mendukung wirausahawan muda di bawah 35, sehingga TeFa dan PKK merupakan kebijakan strategis untuk mencapainya. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Simpulan Pengusaha dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM di Indonesia mencakup 99% adalah pendiri perusahaan dan termasuk ke dalam kategori "mikro" sebesar 69%. Dari total responden, 49% yang adalah pendiri UMKM laki-laki dan 51% perempuan pendiri UMKM. Pengusaha dan UMKM di Indonesia tidak menunjukkan kesenjangan yang berarti antara yang pelaku yang berusia lebih muda usia 43%37%30%46%57%63%70%54%58%59%48%55%43%41%52%45%Pengolahan MakananRestoran atau makanan atau layananbaverageBahan dan ManufakturEceran atau GrosirUsia 34 ke bawah Usia 35 ke atas Perempuan Laki-laki kurang dari 35 tahun sebesar 40% dibandingkan dengan pendiri yang lebih tua usia lebih dari 35 tahun sebesar 60%. Tingkat pendidikan pengusaha dan UMKM di Indonesia ditengarai sangat sedikit yang memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi atau hanya 15%. Mayoritas pencapaian pendidikan tertinggi adalah sekolah menengah, konsisten dengan peningkatan angka partisipasi dalam pendidikan sekolah menengah yang ada. Tiga sektor UMKM yang terbesar yaitu Perdaganganeceran atau grosir 26,2%, Manufaktur bahan 24,8% dan Pariwisata restoran atau layanan makanan dan minuman 22,6%. Rekomendasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM di Indonesia merupakan salah satu pendukung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Keberadaan UMKM secara langsung akan mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat luas. Peran SMK perlu dimaksimalkan terutama penerapan model pembelajaran Teachinfg Factory TeFa dan diajarkannya mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan PKK di SMK guna memperoleh sumber daya manusia yag handal dan berkualitas. DAFTAR PUSTAKA Central Intelligence Agency. 2018. The World Factbook. publications/the-world-factbook/fields/ Faisal. 2002. Kalau Begitu, Saya Berani Berwirausaha. Jakarta Bina Rena Pariwara. Lincolin A. 1997. Ekonomi Pembangunan Edisi ketiga. Yogyakarta. Bagian Penerbitan STIE YKPN. OECD. 2017. Education at a Glance 2017. Robbin SP. 1994. Organization Theory, Structure, Design, and Application. Third Edition. New Jersey Prentice-Hall Inc. Setiawan P. 2010. Entrepreneurial orientation pada industri kreatif di jawa timur dan Pengaruhnya terhadap pertumbuhan perusahaan. Skripsi. Universitas Kristen Petra. Stoner JAF. 1996. Manajemen Terjemahan. Jakarta Penerbit Erlangga. Sukirno S. 2005. Pengantar Makro Ekonomi. Jakarta. Raja Grafindo Persada. USAID. 2012. “A Snapshot of Indonesian Entrepreneurship and Micro, Small, and Medium Sized Enterprise ... Disamping itu, rendahnya minat para pelaku UMK untuk mengurus izin usaha disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya legalitas usaha dan manfaat memiliki izin usaha serta kurangnya pengetahuan mengenai syarat dan tata cara pengajuan izin usaha Nugrahenti et al., 2021 dan rendahnya tingkat pendidikan Khurniawan et al., 2019. Dari jumlah UMK sebanyak ...Iwan Setyawan Rudi LaksonoJunias Robert GultomNoga merupakan jenis makanan ringan tradisional yang diproduksi oleh anggota kelompok Tani Mukti di Desa Sukajadi, Kabupaten Bogor. Produk Noga ini sudah menjadi ikon desa dan memiliki potensi untuk memperluas pasar sasarannya, tetapi terkendala oleh belum adanya legalitas usaha. Mitra tidak begitu mengerti mengenai pentingnya dan manfaat memiliki izin usaha. Disamping itu mitra juga tidak memahami proses pengurusan izin usaha tersebut dan awam teknologi ketika harus mendaftar melalui sistem OSS. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat memiliki izin berusaha bagi usaha mitra, memetakan posisi dan kelompok klasifikasi usaha mitra serta untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha NIB. Metode kegiatan yang digunakan, pertama adalah metode sosialiasi yang digunakan untuk mengedukasi mitra mengenai pentingnya dan manfaat memiliki izin berusaha. Kedua metode self-assessment untuk menilai posisi dan kelompok klasifikasi usaha mitra. Terakhir, metode pendampingan untuk mengurus Nomor Induk Berusaha NIB. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, mitra mampu memahami dan menyadari pentingnya dan manfaat dari memiliki izin berusaha bagi perkembangan dan keberlangsungan usahanya di masa yang akan datang. Atas kesadaran tersebut, mitra memiliki keinginan yang kuat untuk memperoleh izin berusaha dan mitra bersedia diberikan pendampingan dalam proses pengurusan izin berusaha tersebut. Hasil self-assessment menempatkan posisi usaha mitra berada dalam kategori usaha berisiko rendah dan masuk dalam kelompok klasifikasi usaha mikro dan kecil sehingga izin berusaha yang harus dimiliki adalah NIB. Hasil pendampingan pengurusan izin berusaha saat ini mitra memiliki NIB. Pendekatan yang tepat mampu meningkatkan motivasi mitra untuk mengurus izin berusaha, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, mitra mendapatkan NIB.... SPW is a learning model for developing student skill set on entrepreneurship through the real experience of entrepreneurs learning in school subject Produk Kreatif dan Kewirausahaan PKKWU and digital communication simulation [4]. The purpose of SPW is to develop student intention and creativity in entrepreneurship beyond their vocational skill [5]. ...... Sekolah Menengah Kejuruan SMK merupakan salah satu bentuk pendidikan formal di Indonesia yang memiliki kurikulum mengacu pada pemenuhan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri DU/DI Thahara, Mulyadi, & Utama, 2016 diakses 13/11/2019, Tujuan dari penyelenggaran SPW di SMK adalah untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas peserta didik yang tidak terbatas pada bidang keahliannya Khurniawan, Rivai, & Turijin, 2019. Sejak dikeluarkannya program ini pada tahun sudah terbentuk tiga angkatan sekolah, namun sosialisasi mengenai program ini belum merata pada setiap sekolah di Indonesia. ...Penelitian ini betujuan untuk menilai pengaruh dimensi personal value terhadap intensi berwirausaha siswa SMK Kiansantang. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional melalui pendekatan explanatory survey. Pengumpulan data dari 75 orang responden siswa kelas 12 SMK Kiansantag menggunakan kuisioner. Analisis teknik yang digunakan adalah tabel frekuensi dan analisis jalur. Hasil perhiutngan dari personal value secara simultan berpengaruh positif terhadap intensi berwirausaha. Hasil perhitungan secara parsial menunjukkan bahwa dimensi self-direction secara dominan mempengaruhi intensi P. RobbinsSumario The determinants what causes structure? - Organizational design choosing the right structural form - Applications contemporary issues in organization theory - Applications cases in organization theoryEkonomi Pembangunan Edisi ketiga. Yogyakarta. Bagian Penerbitan STIE YKPNA LincolinLincolin A. 1997. Ekonomi Pembangunan Edisi ketiga. Yogyakarta. Bagian Penerbitan STIE YKPN. OECD. 2017. Education at a Glance orientation pada industri kreatif di jawa timur dan Pengaruhnya terhadap pertumbuhan perusahaan. SkripsiP SetiawanSetiawan P. 2010. Entrepreneurial orientation pada industri kreatif di jawa timur dan Pengaruhnya terhadap pertumbuhan perusahaan. Skripsi. Universitas Kristen Terjemahan. Jakarta Penerbit ErlanggaJaf StonerStoner JAF. 1996. Manajemen Terjemahan. Jakarta Penerbit Makro Ekonomi. Jakarta. Raja Grafindo PersadaS SukirnoSukirno S. 2005. Pengantar Makro Ekonomi. Jakarta. Raja Grafindo Snapshot of Indonesian Entrepreneurship and Micro, Small, and Medium Sized Enterprise DevelopmentUsaidUSAID. 2012. "A Snapshot of Indonesian Entrepreneurship and Micro, Small, and Medium Sized Enterprise Development."
dokumen program pengembangan kewirausahaan